Monday, 10 November 2014

PUISEXY (10/11/2014)

Dia cuma ada imaginasi yang dangkal
Tapi ceritanya pejal
Yang dicatit di atas kertas kumal.

Menipu, dia tak mau.
Mereka-reka, dia tak mampu.
Sebab tulisannya bukan begitu.

Dia jujur dalam tiap ayatnya
Dia ikhlas dalam tiap tuturnya
Dan dia masih tegar menjaja puisinya.

BABI II (10/11/2014)

Sampai bila mau begini?
Benci
Benci
Dan terus membenci,
Sampai kau biar terlunyai hati?

Sampai bila mau begini?
Benci
Benci
Dan terus membenci,
Sampai tak sedar jiwa kau pun sama babi?

BEKU (9/11/2014)

Dinginnya malam itu
Sehingga tiap jengkal tubuh membeku
Sehingga darah pun seakan berhenti menderu
Dan tulang-temulang seperti mati mengelabu.

Kemudian dilihat sejalur cahaya biru
Dari celah-celah jiwa yang rabak itu
Mencambahkan satu benih harapan baru
Yang semuanya akan pulih, macam dulu-dulu.

Tapi sayang
Egonya masih di bawah takat beku.