Friday, 10 April 2015

HIJAZI (10/4/2015)

Risalah-risalah kumal jadi teman
Lantai berdebu jadi tikar
Tangannya gagah membantah lenguh
Rayu kepingan logam
Juga helaian kertas pujaan dunia
Dari penapak-penapak kaki
Untuk lapar semalam
Dikenyangkan hari ini.

Tangisnya kering
Kedut-kedut wajah itu kontang
Sekontang hati pejalan-pejalan kaki.

Aneh
Bibirnya banjir
Dengan pujian pada Tuhan
Dan doa yang disimbah
Untuk setiap pejalan kaki
Jiwa tandus tiada empati.

Begitulah hari-hari
Si pelacur doa
Di bumi Hijazi.

Friday, 3 April 2015

PENGKAJI LANGIT (31/3/2015)

Mari ikut levitasi Kita lawan graviti Ke langit yang mau dikaji Ayuh bongkar semua misteri Cari seribu jawapan Lupakan bumi Kita ada bimasakti Ikut aku Conteng permaidani biru Petik bintang seribu Melentang di kepulan awan Di dunia yang kita bayangkan.

NOSTALGIA SI JALAK (30/3/2015)

Unggas itu bernyawa sisa Seusai rabak sayap kiri Lunyai dipatuk garuda Tanpa walau sezarah nuraga. Nostalgia sayap itu pernah mengungguli pawana Cukup megah si jalak akan sakti Sampai terlepas si jarum hikmat Perlahan melayang tak ternakhoda Tersebam dari beribu hasta Cium bumi, sahabat lama. Kini baru dia tahu, Dia jalak berkepala enggang Sial sudah tak bisa terbang.