Tuesday, 1 December 2015

KERTAS BARU (30/11/2015)

Pernah dia lupa
yang sini bukan tempat menjaja
mempamer cerita dahagakan pemuja
ada yang direka, ditambah
dibuat seolah itulah cereka dunianya
bilamana dia kosong
lupa entah beza khayal sama rasa
tapi siapa yang tahu
bohong si raja drama?

Tapi tak semua,
mungkin sebab dia mau
setiap satu itu disimpan
tak sudi ditayang semua.

Mungkin juga
sebab dia terlalu rabak
sampai telanjangnya pun menjadi baju
segala jantung, paru, dan darah ITU pun bukan telanjangnya.

Kenapa?
sebab semua sudah tahu
dan lihat
sampai terobos ke pusat jiwanya yang paling dalam
sedalam setiap kata pujangga cemuhan dunia

Jadi, dia nafi.
Dia ubah jalan cerita supaya pembaca tahu
yang dia tidak terlalu lunyai dan lumat.
Dia cuma telanjang.

IMMUNITI (30/11/2015)

aku terlupa bersyukur
untuk setiap dos bius
yang telah buat aku lali
dari runtun yang mencengkam saraf

aku terlupa bersyukur
untuk setiap tembakan vaksin
yang telah buat aku kebal
dari segala infeksi yang melawan

Friday, 2 October 2015

JANGANLAH (2/10/2015)

Maka ini noktah riwayatku
kecai digilis roda-roda pencerca
darah beku tertumpah dengan debu.

Berpuluh menyapa mengesat tangis
tapi tak ada yang tahu
yang sayangnya aku serik
untuk percaya
dan menunjuk rasa.

Kejutkan aku dari mati
bila malaikat bangkit dari mati, nanti.

Friday, 10 April 2015

HIJAZI (10/4/2015)

Risalah-risalah kumal jadi teman
Lantai berdebu jadi tikar
Tangannya gagah membantah lenguh
Rayu kepingan logam
Juga helaian kertas pujaan dunia
Dari penapak-penapak kaki
Untuk lapar semalam
Dikenyangkan hari ini.

Tangisnya kering
Kedut-kedut wajah itu kontang
Sekontang hati pejalan-pejalan kaki.

Aneh
Bibirnya banjir
Dengan pujian pada Tuhan
Dan doa yang disimbah
Untuk setiap pejalan kaki
Jiwa tandus tiada empati.

Begitulah hari-hari
Si pelacur doa
Di bumi Hijazi.

Friday, 3 April 2015

PENGKAJI LANGIT (31/3/2015)

Mari ikut levitasi Kita lawan graviti Ke langit yang mau dikaji Ayuh bongkar semua misteri Cari seribu jawapan Lupakan bumi Kita ada bimasakti Ikut aku Conteng permaidani biru Petik bintang seribu Melentang di kepulan awan Di dunia yang kita bayangkan.

NOSTALGIA SI JALAK (30/3/2015)

Unggas itu bernyawa sisa Seusai rabak sayap kiri Lunyai dipatuk garuda Tanpa walau sezarah nuraga. Nostalgia sayap itu pernah mengungguli pawana Cukup megah si jalak akan sakti Sampai terlepas si jarum hikmat Perlahan melayang tak ternakhoda Tersebam dari beribu hasta Cium bumi, sahabat lama. Kini baru dia tahu, Dia jalak berkepala enggang Sial sudah tak bisa terbang.

Saturday, 7 March 2015

MICROBIO (6/3/2015)

People come and go
Or become problems and foe
Pretending as if they don't know
That you are actually dying of sorrow.

Tuesday, 3 March 2015

DEWA DAN RANGGA (2/3/2015)

Mari semua
Dengar aku mahu bercerita
Panggil aku penglipurlara
Yang patut aku rahsiakan siapa pemainnya
Cukup kita kenal sebagai Dewa dan Rangga
Dua jiwa yang akrab persahabatannya.

Yang pada mulanya tak pernah saling tahu antara mereka
Lahirnya juga berlainan benua
Takdir tuhan menemukan keduanya
Dari banyak beza, terlengkaplah menjadi sama
Dari rupa, cita, dan hatinya
Begitulah padunya Dewa dan Rangga.

Dan apabila ditentukan masa
Berhijrahlah mereka beribu batu jauhnya
Untuk melalui jalan ke cita
Tapi sayang, tak semua cerita akan bahagia
Rangga telah tawar jiwanya
Dan Dewa telah dirabak hatinya, dengan tawar si Rangga.

Diratah jiwa Dewa tiap masa
Tapi pantas di jahit sama si Rangga
Tapi dia lupa yang hati Dewa itu ditoreh lagi olehnya
Dan dijahit semula, disiat kemudiannya
Sampai Dewa sudah tiada hati, lunyai dek Rangga
Dibuatnya seperti manusia tak berperisa.

Dimakinya membabi buta
Dan matilah sebuah hati miliknya Dewa
Mau berharapnya dipulangkan hati si Rangga,
Seperti dongeng cerita waktu senja
Mau dia melutut di depan si Rangga,
Salahnya pun entah di mana.

Dia cuma mahu mati dari ini dunia
Dan lupakan semua
Sampai tertumbuhnya hati baru milik Dewa.
Lepas dicincang sama teman lamanya, Rangga.

Saturday, 28 February 2015

SURAT DARI TUHAN (25/2/2015)

Aku dapat satu surat
Yang atasnya tak ada walau satu abjad
Tapi aku mampu baca apa yang tersirat
Aku tahu ini semua hikmat.

MANUSIA CIPTAAN MANUSIA (25/2/2015)

Matanya dibuat dari guli
Telinganya dipatah dari kuali
Mulutnya diambil dari tempayan
Kayu dan paku menjadi kaki dan tangan
Tapi hatinya bukan batu.

DURI 26/2/2015)

Semakin banyak duri yang aku cabut dari jantung aku
Semakin banyak yang tumbuh mencucuk
Makin banyak darah yang keluar dari lubang yang tertusuk
Makin hancur jantung aku yang sudah lama membusuk.

Thursday, 26 February 2015

HEADSHOT (25/2/2015)

Perasaan yang itu,
Seperti picu pistol yang ditarik oleh jari hantu
Dan dilepas laju
Kemudian peluru memacu
Menikam gegendang telinga
Tembus ke jiwa
Dan memaksa nyawa
Untuk pergi meninggalkan tuannya.

RESEPI MAKANAN RUJI (25/2/2015)

Takut,
Sunyi,
Kecewa,
Dan cubaan untuk gembira.

Semuanya digaul rata.
Dikisar mesra,
Dan diratah mentah.
Diamalkan tiap hari.
Mujarab untuk kau rasa apa yang aku rasa.


PARANOID (25/2/2015)

Kepada manusia yang paling penakut,
Ketahuilah yang membuatkan kau takut itu tak akan membunuh.

Hai tubuh yang paling lumat dilenyek tapak kaki busuk,
Ketahuilah busuk kaki itu nanti mewangikan apa yang di dada.

Hai jiwa yang paling rasa ditinggalkan,
Ketahuilah ada yang rindu melihat kau menangis menghadap kiblat.

Wednesday, 18 February 2015

DANUBE (17/2/2015)

Pinjamkan aku mesin masa
Untuk aku ulang semula.
Pinjamkan aku pintu ke mana saja
Untuk aku merentas benua.

Di kelilingnya orang-orang yang mesra
Nyaman udaranya
Biru langitnya.

Bumi yang menyajikan katarsis.
Aku rindukan Danube.
Aku mahu jadi Danube.

Thursday, 5 February 2015

SALJU KIRIMAN SYAITAN (5/2/2015)

Cukuplah sampai sini
Dengan semua drama, tangis dan ragam
Kau datang bawa bencana
Kau musnahkan apa yang kukata bahagia

Semoga bila kau datang lagi, aku lebih kuat.
Selamat tinggal winter.

Wednesday, 4 February 2015

PISAU TUMPUL (4/2/2015)

Semalam,
Aku cuba bunuh diri.
Tapi sayang,
Pisaunya tumpul.

Semalam,
Aku tidur ditemani pisau tumpul.
Lepas puas menangis tak dipeduli orang,
Cuma dipeduli oleh sebilah pisau tumpul.

Dan bila aku bangun,
Calar-balar itu makin pedih.
Tapi tak sepedih luka pada hati.

Aku tertanya-tanya,
Apa aku bisa tahan,
Jika diletak di neraka Tuhan
Sekiranya pisau itu tidak tumpul?
Sedangkan di neraka dunia pun aku sudah begini?

Monday, 2 February 2015

HIKAYAT MANUSIA CELAKA (1/2/2015)

Dari jauh aku nampak
Dia sedang berjalan tempang

Kakinya berketuat benci
Bibirnya penuh kata-kata maki
Sambil diheretnya musuh-musuh yang dia keji
Menuju ke neraka yang dia cipta sendiri.

Mari kita tunggu sejauh mana tempangnya bergerak
Sampai nanti dia menangis teresak-esak
Dengan jiwanya yang sudah nazak
Sambil menjahit hatinya yang rabak.


Tuesday, 27 January 2015

PELAKON TERBAIK (26/1/2014)

Akhirnya,
Topengnya pecah
Hatinya bernanah
Kepercayaanku musnah
Selama ini mulutnya penuh sumpah seranah.

Katanya dia mau pergi
Katanya dia pandai berdikari
Mari kita lihat jauhnya berapa kaki
Sebelum dia jatuh ditelan bumi.

Dia kata,
Dia boleh hidup seorang cuma dengan wang, gitar dan perempuan.
Tapi dia lupa
Yang dia sudah lama tinggalkan Tuhan.