Sehingga tiap jengkal tubuh membeku
Sehingga darah pun seakan berhenti menderu
Dan tulang-temulang seperti mati mengelabu.
Kemudian dilihat sejalur cahaya biru
Dari celah-celah jiwa yang rabak itu
Mencambahkan satu benih harapan baru
Yang semuanya akan pulih, macam dulu-dulu.
Tapi sayang
Egonya masih di bawah takat beku.
No comments:
Post a Comment