Monday, 10 November 2014

BEKU (9/11/2014)

Dinginnya malam itu
Sehingga tiap jengkal tubuh membeku
Sehingga darah pun seakan berhenti menderu
Dan tulang-temulang seperti mati mengelabu.

Kemudian dilihat sejalur cahaya biru
Dari celah-celah jiwa yang rabak itu
Mencambahkan satu benih harapan baru
Yang semuanya akan pulih, macam dulu-dulu.

Tapi sayang
Egonya masih di bawah takat beku.

No comments:

Post a Comment